<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Me Myself And I &#187; HomeWork</title>
	<atom:link href="http://butterdish.wordpress.com/category/homework/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://butterdish.wordpress.com</link>
	<description>Just Me, Myself And I... COMPLICATED</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Sep 2007 13:00:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='butterdish.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/82081ea83fccf012f2c06f33b95c9c45?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Me Myself And I &#187; HomeWork</title>
		<link>http://butterdish.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://butterdish.wordpress.com/osd.xml" title="Me Myself And I" />
		<item>
		<title>Sumatera Barat</title>
		<link>http://butterdish.wordpress.com/2006/08/12/6/</link>
		<comments>http://butterdish.wordpress.com/2006/08/12/6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2006 08:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>butterdish</dc:creator>
				<category><![CDATA[HomeWork]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://butterdish.wordpress.com/2006/08/12/6/</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi dan sumber daya alami alam

Keanekaragaman hayati
Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan sumber keanekaragaman hayati.Sebagian besar wilayahnya masih merupakan hutan alami dan dilindungi.
Ditetapkan berdasarkan Keppres No. 35 tahun 1986, kawasan Taman Raya Bung Hatta (TRBH) merupakan suatu kawasan cagar alam hutan primer Sumatra Barat yang berfungsi melestarikan plasma nutfah, perlindungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=butterdish.wordpress.com&blog=352236&post=6&subd=butterdish&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2>Kondisi dan sumber daya alami alam</h2>
<p><a title="Keanekaragaman_hayati" name="Keanekaragaman_hayati" id="Keanekaragaman_hayati"></a></p>
<h3>Keanekaragaman hayati</h3>
<p>Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan sumber keanekaragaman hayati.Sebagian besar wilayahnya masih merupakan hutan alami dan dilindungi.</p>
<p>Ditetapkan berdasarkan Keppres No. 35 tahun 1986, kawasan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taman_Raya_Bung_Hatta&amp;action=edit" class="new" title="Taman Raya Bung Hatta">Taman Raya Bung Hatta</a> (TRBH) merupakan suatu kawasan cagar alam hutan primer Sumatra Barat yang berfungsi melestarikan plasma nutfah, perlindungan sumber daya alam, pendidikan dan penelitian, pembinaan cinta alam dan sekaligus sebagai tempat rekreasi.</p>
<p>Luas keseluruhan kawasan meliputi 70 ribu hektar, dengan konfigurasi bentang alamnya bergelombang ringan, agak curam sampai terjal dan berbukit-bukit dengan ketinggian 300 meter sampai dengan 200 meter di atas permukaan laut.</p>
<p>Di dalam kawasan TRBH mengalir 14 buah sungai, beberapa di antaranya bermuara ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang" title="Padang">Padang</a>, seperti <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batang_Arau&amp;action=edit" class="new" title="Batang Arau">Batang Arau</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batang_Kuranji&amp;action=edit" class="new" title="Batang Kuranji">Batang Kuranji</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batang_Air_Dingin&amp;action=edit" class="new" title="Batang Air Dingin">Batang Air Dingin</a>.</p>
<p>TRBH merupakan sebuah &#8217;sorga&#8217; tropis yang menjanjikan dengan bentuk bentang alamnya yang bergelombang dan curam ditumbuhi oleh bermacam ragam jenis tanaman tropis yang masih asli dan dihuni oleh ratusan jenis binatang khas Pulau Sumatera.</p>
<p>Kondisi yang unik menjadikan kawasan ini sebagai medan jelajah dan pengamatan satwa liar. Di kawasan ini terdapat 352 jenis <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Flora" title="Flora">flora</a> dan 170 jenis <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fauna" title="Fauna">fauna</a> yang dilindungi.</p>
<p><a title="Sumber_daya_alam" name="Sumber_daya_alam" id="Sumber_daya_alam"></a></p>
<h3>Sumber daya alam</h3>
<p>Batubara, Batu kapur (Semen), Kelapa Sawit, Perikanan.</p>
<p><a title="Potensi_daerah" name="Potensi_daerah" id="Potensi_daerah"></a></p>
<h3>Potensi daerah</h3>
<p>Karena potensi sumber daya alam yang terbatas namun dikaruniai potensi pemandangan alam yang indah dan keunikan budaya, saat ini (2006) Sumatra Barat fokus pada pengembangan potensi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata" title="Pariwisata">pariwisata</a> daerah.</p>
<p><a title="Sosial" name="Sosial" id="Sosial"></a></p>
<h2>Sosial</h2>
<p><a title="Suku" name="Suku" id="Suku"></a></p>
<h3>Suku</h3>
<p>Suku <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau" title="Minangkabau">Minangkabau</a> awalnya berasal dari dua suku utama: Koto Piliang dan Bodi Chaniago yang berbeda sistem. Suku Koto Piliang memakai sistem aristokrasi sedangkan Bodi Chaniago lebih bersifat demokrasi.</p>
<p>Sekarang ini seiring perkembangan zaman, suku-suku tersebut juga berkembang menjadi banyak di antaranya Tanjuang, Chaniago, Koto, Piliang, Guci, Simabur, Sikumbang, Jambak, Malayu.</p>
<p><a title="Bahasa" name="Bahasa" id="Bahasa"></a></p>
<h3>Bahasa</h3>
<p>Bahasa yang digunakan dalam keseharian ialah bahasa daerah yaitu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Minangkabau" title="Bahasa Minangkabau">Bahasa Minangkabau</a> yang memiliki beberapa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dialek" title="Dialek">dialek</a>, seperti dialek <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukittinggi" title="Bukittinggi">Bukittinggi</a>, dialek <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pariaman" title="Pariaman">Pariaman</a>, dialek <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pesisir_Selatan" title="Pesisir Selatan">Pesisir Selatan</a> dan dialek <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Payakumbuh" title="Payakumbuh">Payakumbuh</a>.Sementara itu di daerah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mentawai" title="Mentawai">Mentawai</a> yang berupa kepulauan dan terletak beberapa mil lepas pantai Sumatra Barat, bahasa yang digunakan adalah <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_Mentawai&amp;action=edit" class="new" title="Bahasa Mentawai">Bahasa Mentawai</a>.</p>
<p><a title="Agama" name="Agama" id="Agama"></a></p>
<h3>Agama</h3>
<p>Mayoritas penduduk Sumatra Barat beragama <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam">Islam</a>. Selain itu ada juga yang beragama <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen" title="Kristen">Kristen</a> di Kepulauan Mentawai, serta <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu" title="Hindu">Hindu</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha" title="Buddha">Buddha</a> yang pada umumnya adalah para pendatang.</p>
<p><a title="Pendidikan" name="Pendidikan" id="Pendidikan"></a></p>
<h3>Pendidikan</h3>
<p>Perguruan Tinggi di Sumatra Barat:</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Andalas" title="Universitas Andalas">Universitas Andalas</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Negeri_Padang" title="Universitas Negeri Padang">Universitas Negeri Padang</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Bung_Hatta" title="Universitas Bung Hatta">Universitas Bung Hatta</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Universitas_Putra_Indonesia&amp;action=edit" class="new" title="Universitas Putra Indonesia">Universitas Putra Indonesia</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Universitas_Ekasakti&amp;action=edit" class="new" title="Universitas Ekasakti">Universitas Ekasakti</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Universitas_Muhammadiyah&amp;action=edit" class="new" title="Universitas Muhammadiyah">Universitas Muhammadiyah</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=STIE_Dharma_Andalas&amp;action=edit" class="new" title="STIE Dharma Andalas">STIE Dharma Andalas</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekolah_Tinggi_Teknik_Padang&amp;action=edit" class="new" title="Sekolah Tinggi Teknik Padang">Sekolah Tinggi Teknik Padang</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/AKBP-STIE_KBP_Padang" title="AKBP-STIE KBP Padang">AKBP-STIE KBP Padang</a></li>
</ul>
<p><a title="Permasalahan_sosial" name="Permasalahan_sosial" id="Permasalahan_sosial"></a></p>
<h3>Permasalahan sosial</h3>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengangguran&amp;action=edit" class="new" title="Pengangguran">Pengangguran</a>, anak dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Remaja_putus_sekolah&amp;action=edit" class="new" title="Remaja putus sekolah">remaja putus sekolah</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anak_jalanan&amp;action=edit" class="new" title="Anak jalanan">anak jalanan</a>.</p>
<p><a title="Pemerintahan" name="Pemerintahan" id="Pemerintahan"></a></p>
<h2>Pemerintahan</h2>
<p class="editsection"><a title="Daerah_Tingkat_II" name="Daerah_Tingkat_II" id="Daerah_Tingkat_II"></a></p>
<h3><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Tingkat_II" title="Daerah Tingkat II">Daerah Tingkat II</a></h3>
<ol>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Agam" title="Kabupaten Agam">Kabupaten Agam</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Dharmasraya" title="Kabupaten Dharmasraya">Kabupaten Dharmasraya</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Limapuluh_Koto" title="Kabupaten Limapuluh Koto">Kabupaten Limapuluh Koto</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kepulauan_Mentawai" title="Kabupaten Kepulauan Mentawai">Kabupaten Kepulauan Mentawai</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Padang_Pariaman" title="Kabupaten Padang Pariaman">Kabupaten Padang Pariaman</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pasaman" title="Kabupaten Pasaman">Kabupaten Pasaman</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pasaman_Barat" title="Kabupaten Pasaman Barat">Kabupaten Pasaman Barat</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pesisir_Selatan" title="Kabupaten Pesisir Selatan">Kabupaten Pesisir Selatan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sawahlunto_Sijunjung" title="Kabupaten Sawahlunto Sijunjung">Kabupaten Sawahlunto Sijunjung</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Solok" title="Kabupaten Solok">Kabupaten Solok</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Solok_Selatan" title="Kabupaten Solok Selatan">Kabupaten Solok Selatan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tanah_Datar" title="Kabupaten Tanah Datar">Kabupaten Tanah Datar</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bukittinggi" title="Kota Bukittinggi">Kota Bukittinggi</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padang" title="Kota Padang">Kota Padang</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padangpanjang" title="Kota Padangpanjang">Kota Padangpanjang</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pariaman" title="Kota Pariaman">Kota Pariaman</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Payakumbuh" title="Kota Payakumbuh">Kota Payakumbuh</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Sawahlunto" title="Kota Sawahlunto">Kota Sawahlunto</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Solok" title="Kota Solok">Kota Solok</a></li>
</ol>
<p class="editsection"><a title="Daftar_Gubernur" name="Daftar_Gubernur" id="Daftar_Gubernur"></a></p>
<h3>Daftar Gubernur</h3>
<table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0">
<tr bgcolor="#99ccff">
<td><b>No.</b></td>
<td><b>Periode</b></td>
<td><b>Nama Gubernur</b></td>
<td><b>Keterangan</b></td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>1958 &#8211; 1967</td>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaharudin_Datuk_Rangkayo_Basa&amp;action=edit" class="new" title="Kaharudin Datuk Rangkayo Basa">Kaharudin Datuk Rangkayo Basa</a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>1967 &#8211; 1977</td>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harun_Zain&amp;action=edit" class="new" title="Harun Zain">Harun Zain</a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>1987 &#8211; 1997</td>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hasan_Basri_Durin&amp;action=edit" class="new" title="Hasan Basri Durin">Hasan Basri Durin</a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>November 1997 &#8211; 27 Maret 1999</td>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muchlis_Ibrahim&amp;action=edit" class="new" title="Muchlis Ibrahim">Muchlis Ibrahim</a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>24 Februari 2000 &#8211; 14 Maret 2005</td>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zainal_Bakar&amp;action=edit" class="new" title="Zainal Bakar">Zainal Bakar</a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>15 Agustus 2005 -</td>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamawan_Fauzi" title="Gamawan Fauzi">Gamawan Fauzi</a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p class="editsection"><a title="Perekonomian" name="Perekonomian" id="Perekonomian"></a></p>
<h2>Perekonomian</h2>
<p><a title="Tenaga_Kerja" name="Tenaga_Kerja" id="Tenaga_Kerja"></a></p>
<p class="editsection"><a title="Pertanian_.26_Perkebunan" name="Pertanian_.26_Perkebunan" id="Pertanian_.26_Perkebunan"></a></p>
<h3>Pertanian &amp; Perkebunan</h3>
<p>23,57%</p>
<p class="editsection"><a title="Hutan_.26_Ikan" name="Hutan_.26_Ikan" id="Hutan_.26_Ikan"></a></p>
<p class="editsection"><a title="Industri" name="Industri" id="Industri"></a></p>
<h3>Industri</h3>
<p>12,29%</p>
<p class="editsection"><a title="Jasa" name="Jasa" id="Jasa"></a></p>
<h3>Jasa</h3>
<p>16,82%</p>
<p class="editsection"><a title="Energi" name="Energi" id="Energi"></a></p>
<p><a title="Transportasi" name="Transportasi" id="Transportasi"></a></p>
<h3>Transportasi</h3>
<p>Transportasi udara dari dan ke Sumatra Barat saat ini melalui <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Internasional_Minangkabau" title="Bandar Udara Internasional Minangkabau">Bandar Udara Internasional Minangkabau</a> (BIM) dengan kode singkatan internasional MIA. Bandar Udara kebanggaan masyarakat Sumbar ini berada dikabupaten <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Pariaman" title="Padang Pariaman">Padang Pariaman</a>, lebih kurang 60 menit dari pusat kota <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang" title="Padang">Padang</a>. Bandar Udara ini mulai aktif beroperasional pada akhir tahun 2005 menggantikan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Tabing" title="Bandar Udara Tabing">Bandar Udara Tabing</a>.</p>
<p>Transportasi darat untuk angkutan umum dari dan ke Sumatra Barat berpusat di <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terminal_Regional_Air_Pacah&amp;action=edit" class="new" title="Terminal Regional Air Pacah">Terminal Regional Air Pacah</a>, Padang.Terminal ini melayani kendaraan umum antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP).Distribusi jalur antar kota dalam provinsi dari Terminal Regional Air Pacah akan berakhir diwilayah tingkat II yaitu terminal angkutan umum tiap <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kotamadya" title="Kotamadya">kotamadya</a> atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten" title="Kabupaten">kabupaten</a> di Sumatra Barat.</p>
<p>Transportasi laut dari dan ke Sumatra Barat berpusat di Pelabuhan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teluk_Bayur&amp;action=edit" class="new" title="Teluk Bayur">Teluk Bayur</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang" title="Padang">Padang</a>.</p>
<p>Transportasi sungai dari dan ke Sumatra Barat berpusat di <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelabuhan_Muara&amp;action=edit" class="new" title="Pelabuhan Muara">Pelabuhan Muara</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang" title="Padang">Padang</a>. Pelabuhan Muara antara lain melayani transportasi menuju Kepulauan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mentawai" title="Mentawai">Mentawai</a> menggunakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kapal" title="Kapal">kapal</a> cepat (feri atau <i>speed boat</i>). Pelabuhan ini juga menjadi tempat bersandar nya kapal-kapal pesiar (<i>yacht</i>).</p>
<p class="editsection"><a title="Komunikasi" name="Komunikasi" id="Komunikasi"></a></p>
<p><a title="Seni_dan_Budaya" name="Seni_dan_Budaya" id="Seni_dan_Budaya"></a></p>
<h2>Seni dan Budaya</h2>
<p class="editsection"><a title="Musik" name="Musik" id="Musik"></a></p>
<h3>Musik</h3>
<p>Nuansa Minangkabau yang ada di dalam setiap musik Sumatra Barat yang dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan terlihat dari setiap karya lagu yang beredar di masyarat. Hal ini karena musik Minang bisa diracik dengan aliran musik jenis apapun sehingga enak didengar dan bisa diterima oleh masyarakat.Unsur musik pemberi nuansa terdiri dari instrumen alat musik tradisional <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saluang&amp;action=edit" class="new" title="Saluang">saluang</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bansi&amp;action=edit" class="new" title="Bansi">bansi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Talempong" title="Talempong">talempong</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rabab&amp;action=edit" class="new" title="Rabab">rabab</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gandang_tabuik&amp;action=edit" class="new" title="Gandang tabuik">gandang tabuik</a>.</p>
<p>Musik Minangkabau berupa instrumentalia dan lagu-lagu dari daerah ini pada umumnya bersifat melankolis.Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan kampung halaman yang tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merantau" title="Merantau">merantau</a>.</p>
<p>Industri musik di Sumatra Barat semakin berkembang dengan munculnya seniman-seniman Minang yang bisa membaurkan musik modern ke dalam musik tradisional Minangkabau.Perkembangan musik Minang modern di Sumatra Barat sudah dimulai sejak tahun 1950&#8242;an ditandai dengan lahirnya <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orkes_Gumarang&amp;action=edit" class="new" title="Orkes Gumarang">Orkes Gumarang</a>.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elly_Kasim&amp;action=edit" class="new" title="Elly Kasim">Elly Kasim</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiar_Ramon&amp;action=edit" class="new" title="Tiar Ramon">Tiar Ramon</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yan_Juneid&amp;action=edit" class="new" title="Yan Juneid">Yan Juneid</a> adalah penyanyi daerah Sumatra Barat yang terkenal di era 1970-an hingga saat ini.</p>
<p>Diantara perusahaan rekaman yang mengembangkan musik Sumatra Barat adalah <b>Minang Record</b> yang terletak di kota <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukittinggi" title="Bukittinggi">Bukittinggi</a>.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan rekaman di Sumatra Barat antara lain: &#8211; Minang Record (Bukittinggi) &#8211; Tanama Record (Padang) &#8211; Gita Virma Record (Bukittinggi) &#8211; Planet Record (Padang) &#8211; Pitunang Record (Padang) &#8211; Sinar Padang Record (Padang) &#8211; Caroline Record (Padang)</p>
<p>Saat ini para penyanyi, pencipta lagu, dan penata musik di Sumatra Barat bernaung dibawah organisasi <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PAPPRI&amp;action=edit" class="new" title="PAPPRI">PAPPRI</a> (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu Penata musik Rekaman Indonesia) dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PARMI&amp;action=edit" class="new" title="PARMI">PARMI</a> (Persatuan Artis Minang Indonesia).</p>
<p class="editsection"><a title="Tarian" name="Tarian" id="Tarian"></a></p>
<h3>Tarian</h3>
<p>Tari tradisi bersifat klasik yang berasal dari Sumatra Barat yang ditarikan oleh kaum pria dan wanita umumnya memiliki gerakan aktif dinamis namun tetap berada dalam alur dan tatanan yang khas.Kekhasan ini terletak pada prinsip tari Minangkabau yang belajar kepada alam, oleh karena itu dinamisme gerakan tari-tari tradisi Minang selalu merupakan perlambang dari unsur alam.Pengaruh agama <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam">Islam</a>, keunikan adat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matrilineal" title="Matrilineal">matrilineal</a> dan kebiasan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merantau" title="Merantau">merantau</a> masyarakatnya juga memberi pengaruh besar dalam jiwa sebuah tari tradisi Minangkabau.</p>
<p>Macam-macam tari tradisional dari Sumatra Barat meliputi: 1. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Piring&amp;action=edit" class="new" title="Tari Piring">Tari Piring</a> 2. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Payung&amp;action=edit" class="new" title="Tari Payung">Tari Payung</a> 3. Tari <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Randai&amp;action=edit" class="new" title="Randai">Randai</a> 4. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Indang&amp;action=edit" class="new" title="Tari Indang">Tari Indang</a></p>
<p>Seni tari tradisional <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_Silat" title="Pencak Silat">Pencak Silat</a> dari Minangkabau merupakan penggabungan dari gerakan tari dan seni beladiri khas Minang.Pencak Silat di Minangkabau memiliki beberapa aliran, diantara nya aliran <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harimau_Kumango&amp;action=edit" class="new" title="Harimau Kumango">Harimau Kumango</a>.Tarian ini biasanya sudah diajarkan kepada kaum pria di Minangkabau semenjak kecil hingga menginjak usia akil baligh (periode usia 6 hingga 12 tahun) untuk dijadikan bekal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merantau" title="Merantau">merantau</a>.Saat ini seni tari pencak silat sudah mendunia dengan terbentuk nya federasi pencak silat sedunia <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=IPSF&amp;action=edit" class="new" title="IPSF">IPSF</a> (<i>International Pencak Silat Federation</i>).</p>
<p class="editsection"><a title="Rumah_Adat" name="Rumah_Adat" id="Rumah_Adat"></a></p>
<h3>Rumah Adat</h3>
<p>Rumah adat Sumatra Barat disebut <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Gadang" title="Rumah Gadang">Rumah Gadang</a>.</p>
<p class="editsection"><a title="Senjata_Tradisional" name="Senjata_Tradisional" id="Senjata_Tradisional"></a></p>
<h3>Senjata Tradisional</h3>
<p>Senjata tradisional Sumatra Barat adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keris" title="Keris">Keris</a>.</p>
<p class="editsection"><a title="Makanan" name="Makanan" id="Makanan"></a></p>
<h3>Makanan</h3>
<p>Dalam dunia kuliner, Sumatra Barat terkenal dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Padang" title="Masakan Padang">masakan Padang</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Restoran_Padang" title="Restoran Padang">restoran Padang</a>.Tersebar hampir diseluruh penjuru dunia dan terkenal dengan citarasa yang pedas.</p>
<p>Beberapa contoh makanan dari Sumatra Barat yang sangat populer adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rendang" title="Rendang">Rendang</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sate_Padang" title="Sate Padang">Sate Padang</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dendeng_Balado" title="Dendeng Balado">Dendeng Balado</a>.</p>
<p>Selain itu, Sumatra Barat juga memiliki ratusan resep, seperti Galamai, Wajik, Kipang Kacang, Bareh Randang, Rakik Maco, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karupuak_Balado" title="Karupuak Balado">Karupuak Balado</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karupuak_Sanjai" title="Karupuak Sanjai">karupuak Sanjai</a>. Makanan ciri khas masing-masing <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota" title="Kota">kota</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten" title="Kabupaten">kabupaten</a> di Sumatra Barat untuk dijadikan buah tangan (oleh-oleh) adalah: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padang" title="Kota Padang">Kota Padang</a> terkenal dengan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Buah_Bengkuang&amp;action=edit" class="new" title="Buah Bengkuang">buah Bengkuang</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karupuak_Balado" title="Karupuak Balado">Karupuak Balado</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padangpanjang" title="Kota Padangpanjang">kota Padangpanjang</a> terkenal dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sate" title="Sate">Sate</a> nya, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bukittinggi" title="Kota Bukittinggi">kota Bukittinggi</a> dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karupuak_Sanjai" title="Karupuak Sanjai">Karupuak Sanjai</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Payakumbuh" title="Kota Payakumbuh">Kota Payakumbuh</a> dengan Galamai dan Bareh Rendang, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tanah_Datar" title="Kabupaten Tanah Datar">Kabupaten Tanah Datar</a> terkenal dengan Palai Rinuak dan Pensi, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pesisir_Selatan" title="Kabupaten Pesisir Selatan">Kabupaten Pesisir Selatan</a> dengan Rakik Maco, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Agam" title="Kabupaten Agam">Kabupaten Agam</a> dengan Lamang Limo Kaum dan Dakak-dakak Simabua nya.</p>
<p class="editsection"><a title="Literatur" name="Literatur" id="Literatur"></a></p>
<h3>Literatur</h3>
<p>Literatur sejarah mengenai <b>Sumatra Barat</b> dan kebudayaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau" title="Minangkabau">Minangkabau</a> secara umum dapat dijumpai antara lain di Pusat Dokumentasi Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), yang terletak di tengah-tengah objek wisata <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perkampungan_Minangkabau&amp;action=edit" class="new" title="Perkampungan Minangkabau">Perkampungan Minangkabau</a> (<i>Minangkabau Village</i>), <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padangpanjang" title="Kota Padangpanjang">kota Padangpanjang</a>, Sumatra Barat.</p>
<p>Di <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PDIKM&amp;action=edit" class="new" title="PDIKM">PDIKM</a> banyak tersimpan informasi sejarah masyarakat Minangkabau khususnya semenjak abad 18 (periode penjajahan Belanda) hingga era 1980&#8242;an berupa dokumentasi foto mikrograf surat kabar, pakaian tradisional, kaset rekaman lagu daerah, dokumentasi surat-surat kepemerintahan dan alur sejarah masyarakat Minangkabau secara terperinci.</p>
<p>Literatur asing mengenai Sumatra Barat dan Minangkabau juga akan banyak didapatkan di Perpustakaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KITLV" title="KITLV">KITLV</a> (<i>Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde</i>) <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leiden" title="Leiden">Leiden</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda">Belanda</a>.</p>
<p class="editsection"><a title="Sejarah_Sumatra_Barat_.28Minangkabau.29" name="Sejarah_Sumatra_Barat_.28Minangkabau.29" id="Sejarah_Sumatra_Barat_.28Minangkabau.29"></a></p>
<h2>Sejarah Sumatra Barat (Minangkabau)</h2>
<p>Dari jaman <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasejarah" title="Prasejarah">prasejarah</a> sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma­tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau­pun masyarakat <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mentawa&amp;action=edit" class="new" title="Mentawa">Mentawai</a> diduga te­lah ada pada masa itu, tetapi bukti-bukti tentang keberadaan mereka masih sa­ngat sedikit.</p>
<p>Bukti-bukti arkeologis yang dite­mukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah-daerah sekitar <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kabu%C2%ADpaten_50_Kot&amp;action=edit" class="new" title="Kabu�paten 50 Kot">Kabu­paten 50 Koto</a> merupakan daerah atau kawasan Minangkabau yang pertama dihuni oleh nenek moyang orang Su­matera Barat. Penafsiran ini rasanya ber­alasan, karena dari daerah 50 Koto ini mengalir beberapa sungai besar yang akhirnya bermuara di pantai timur pu­lau <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sumater&amp;action=edit" class="new" title="Sumater">Sumatera</a>. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari jaman dahulu hingga akhir abad yang lalu.</p>
<p>Nenek moyang orang Minang­kabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (In­do-Cina) mengarungi <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laut_Cina_Sela%C2%ADt&amp;action=edit" class="new" title="Laut Cina Sela�t">laut Cina Sela­tan</a>, menyeberang<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=I_Selat_Malaka&amp;action=edit" class="new" title="I Selat Malaka">i Selat Malaka</a> dan kemudian memudiki <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sungai_Kampar&amp;action=edit" class="new" title="Sungai Kampar">sungai Kampar</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siak" title="Siak">Siak</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indragiri&amp;action=edit" class="new" title="Indragiri">Indragiri</a> (atau; Kuantan). Sebagian di antaranya tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta per­adaban mereka di sekitar Kabupaten 50 Koto sekarang.</p>
<p>Percampuran dengan para penda­tang pada masa-masa berikutnya me­nyebabkan tingkat kebudayaan mere­ka jadi berubah dan jumlah mereka ja­di bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka menyebar ke berba­gai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke daerah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Agam" title="Kabupaten Agam">kabupaten Agam</a> dan sebagian lagi sampai ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tanah_Datar" title="Kabupaten Tanah Datar">Kabupaten Tanah Datar</a> sekarang. Dari sini penyebaran dilanjutkan lagi, ada yang sampai ke utara daerah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agam" title="Agam">Agam</a>, terutama ke daerah <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lubuk_Sikaping&amp;action=edit" class="new" title="Lubuk Sikaping">Lubuk Sikaping</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rao&amp;action=edit" class="new" title="Rao">Rao</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ophir&amp;action=edit" class="new" title="Ophir">Ophir</a>. Banyak di antara me­reka menyebar ke bagian barat teruta­ma ke daerah pesisir dan tidak sedikit pula yang menyebar ke daerah selatan, ke daerah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solok" title="Solok">Solok</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selayo&amp;action=edit" class="new" title="Selayo">Selayo</a>, sekitar Muara, dan sekitar daerah <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sijunjung&amp;action=edit" class="new" title="Sijunjung">Sijunjung</a>.</p>
<p>Sejarah daerah Propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raja_Adityawarman&amp;action=edit" class="new" title="Raja Adityawarman">Raja Adityawarman</a>. Ra­ja ini cukup banyak meninggalkan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prasast&amp;action=edit" class="new" title="Prasast">prasasti</a> mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Aditya­warman memang pernah memerintah di <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pagaruyun&amp;action=edit" class="new" title="Pagaruyun">Pagaruyung</a>, suatu negeri yang di­percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya.</p>
<p>Adityawarman adalah tokoh pen­ting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pe­merintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kon­tribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budha" title="Budha">Budha</a>. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Ter­bukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa">Jawa</a> seperti <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saruaso&amp;action=edit" class="new" title="Saruaso">Saruaso</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pa%C2%ADrianga&amp;action=edit" class="new" title="Pa�rianga">Pa­riangan</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Padang_Barhal&amp;action=edit" class="new" title="Padang Barhal">Padang Barhalo</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi" title="Candi">Candi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bia%C2%ADr&amp;action=edit" class="new" title="Bia�r">Bia­ro</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sumpu&amp;action=edit" class="new" title="Sumpu">Sumpur</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel" title="Sel">Selo</a>.</p>
<p>Sejarah Sumatera Barat sepe­ninggal Adityawarman hingga perte­ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su­matera Barat dengan dunia luar, ter­utama Aceh semakin intensif. Sumate­ra Barat waktu itu berada dalam dominasi politik <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh" title="Aceh">Aceh</a> yang juga memo­nopoli kegiatan perekonomian di dae­rah ini. Seiring dengan semakin inten­sifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Islam" title="Agama Islam">agama Islam</a>.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syekh_Burhanuddin&amp;action=edit" class="new" title="Syekh Burhanuddin">Syekh Burhanuddin</a> dianggap sebagai pe­nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga­ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh.</p>
<p>Pengaruh politik dan ekonomi A­ceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidak­puasan ini akhirnya diungkapkan de­ngan menerima kedatangan orang <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Be%C2%ADland&amp;action=edit" class="new" title="Be�land">Be­landa</a>. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Ba­rat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya.</p>
<p>Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelan­cong berkebangsaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis" title="Perancis">Perancis</a> yang ber­nama <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean_Parmentie&amp;action=edit" class="new" title="Jean Parmentie">Jean Parmentier</a> yang datang sekitar tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1523" title="1523">1523</a>. Namun bangsa Ba­rat yang pertama datang dengan tu­juan ekonomis dan politis adalah bang­sa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pan­tai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belan­da, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu ju­ga terdiri dari bangsa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis" title="Portugis">Portugis</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ing%C2%ADgri&amp;action=edit" class="new" title="Ing�gri">Ing­gris</a>.</p>
<p>-taken from http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Barat-<br />
Sumatera Barat (tugas awal perkuliahan)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/butterdish.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/butterdish.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/butterdish.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/butterdish.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/butterdish.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/butterdish.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/butterdish.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/butterdish.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/butterdish.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/butterdish.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/butterdish.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/butterdish.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=butterdish.wordpress.com&blog=352236&post=6&subd=butterdish&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://butterdish.wordpress.com/2006/08/12/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11e2ebf18a816f56177b066fdefff366?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">magoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>